Jumat, 03 Januari 2014

KONSEP METODOLOGI PENELITIAN

Diposting oleh Unknown di 18.00 0 komentar




A.     Pengertian metode penelitian pendidikan.

Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dan tujuan serta kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu:
1.    Rasional, berrati kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penerangan manusia.
2.    Empiris, berarti cara-cara yang dilakukan itu diamati oleh indera manusia sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan.
3.    Sistematis, artinya proses yang diguanakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis (Sugiyono,(2011:3)).

B.    Macam-macam penelitian

Banyak pendapat yang mengemukakan tentang berbagai jenis penelitian yang bisa   dilakukan seseorang; namun pada dasarnya penelitian dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok, yakni
a). jenis penelitian yang didasarkan pada alasan mengapa dilakukan penelitian,
b). jenis penelitian yang berdasar pada tempat dilakukannya penelitian, serta
c). jenis-jenis penelitian dilihat dari tujuan dilakukannya penelitian. Masing-masing jenis penelitian yang ada pada setiap kelompok akan dijelaskan lebih lanjut.
Berdasarkan alasan dilakukannya penelitian, terdapat 2 jenis penelitian yaitu penelitian dasar/murni ( basic/pure research ), dan penelitian terapan ( applied research ). Penelitian dasar ( basic research ) adalah suatu penelitian yang mempunyai alasan intelektual, bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, yakni penelitian yang didasarkan pada keinginan untuk mengetahui semata-mata dan tidak mempunyai kegunaan praktis secara langsung. Sedangkan penelitian terapan ( applied research ) adalah penelitian yang mempunyai alasan praktis, yaitu alasan berdasarkan pada keinginan untuk mengetahui sesuatu dengan tujuan agar bisa menjadikan sesuatu itu lebih baik, efektif, dn efisien.
Menurut tempat dilakukannya penelitian, terdapat 3 jenis penelitian yaitu : penelitian perpustakaan ( library research ), penelitian laboratorium ( laboratory research ), dan  penelitian lapangan ( field research ).
Penelitian perpustakaan ( library research ) adalah penelitian yang dilakukan dengan jalan mempelajari buku-buku, dokumen-dokumen, atau sumber-sumber data lainnya yang ada di perpustakaan atau ditempat-tempat tersimpannya dokumen yang bersangkutan. Penelitian laboratorium ( laboratory research ) merupakan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan alat-alat dalam laboratorium yang biasanya bersifat eksperimen dimana dimungkinkan untuk melakukan pengontrolan terhadap pengaruh dari suatu faktor tertentu. Sedangkan penelitian lapangan ( field research ) adalah penelitian yang dilakukan dengan jalan mendatangi obyek yang diteliti seperti misalnya rumah tangga, perusahaan, dan sebagainya. Pengumpulan data pada jenis penelitian ini adalah dengan mendatangi sumber-sumber data atau mendekat dengan responden baik melalui kegiatan wawancara maupun dengan cara observasi.
Sedangkan jika dilihat dari tujuan dilakukannya penelitian, terdapat 3 jenis penelitian yaitu penelitian eksplorasi ( explorative research ), penelitian pengembangan ( development research ), dan penelitian verifikasi ( verificative research ). Penelitian eksplorasi ( explorative research ) adalah penelitian yang dilakukan terhadap sesuatu yang menyebabkan terjadinya peristiwa. Jadi dalam hal ini apabila ada peristiwa yang terjadi berulang-ulang bisa dilakukan penelitian untuk mengetahui penyebab terjadinya peristiwa tersebut. Penelitian pengembangan ( development research ) merupakan penelitian yang bertujuan untuk melakukan penyempurnaan terhadap sesuatu yang sudah ada, misalnya suatu perusahaan melakukan uji coba pengembangan produk, mula-mula dicoba terhadap sejumlah kecil produk, dan bila ini berhasil dapat diterapkan pada jumlah produk yang lebih besar. Sedangkan penelitian verifikasi ( verificative research ) merupakan suatu penelitian yang bertujuan untuk melakukan pengecekan terhadap kebenaran dari hasil penelitian yang sudah dilakukan. Ebooks (Nurhayati, Siti. 2012.Metodologi penelitian praktis)


C.    Pengertian penelitian kuantitatif dan kualitatif.

1.         Penelitian kuantitatif
          Metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlndaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk penelitian pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. (Sugiyono,(2011:10)).
2.         Penelitian Kualitatif
          Metode kualitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti suatu kondisi objek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti sebagi instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan) . (Sugiyono,(2011:12)).

D.    Perbedaan penelitian kuantitatif dan kualitatif








Perbedaan aksioma dasar tentang sifat realistis
 



Pentagon: Perbedaan metode kualitatif dan kuantitatif




Perbedaab dalam proses penelitian
 




Perbedaan dalam karakteristik penelitian
 

 










                                                                                                Sugiyono,(2011:20)

1.    Perbedaan aksioma
Tabel perbedaan antara aksioma antara metode kuantitatif dan kualitatif  :
Aksioma dasar
Metode kuantitatif
Kualitatif
Sifat realitik
Tunggal, diklasifikasikan , konkrit, teramati,kerukur
Ganda, holistik, dimanamis, hasil konstruksi, dan pemahaman,
Hubungan peneliti dengan yang diteliti,
Independen, supaya terbangun objektifitas,
Interaktif dengan sumber data supaya memperoleh data
Hubungan variabel
Sebab-akibat (kausal)
 



Timbal balik / interaksi
 




Kemungkinan generalissasi
Cenderung membuat generalisasi
Hanya mungkin dalam ikatan konteks dan waktu
Peranan nilai
Cenderung bebas nilai
Terikat nilai nilai yang dibawa peneliti dan sumber data
(Sugiyono,(2011:20)).

2.    Karakteristi penelitian
Tabel
No
Kuantitatif
Kuaitatif
1
A.  desain
a.  Spesifik, jelas , rinci
b.  Ditentukan seraca mantap sejak awal
c.   Penjadi pegangan langkah demi langkah
A.  Desain
a.  Umum
b.  Fleksibel
c.   Berkembang,dan muncul dalam proses penelitian
2
B.  Tujuan
a.  Menunjukan hub. Anta fariabel
b.  Menguji teori
c.   Mencari generalisasi yamh memiliki nilai prediktif
B.Tujuan
a.     Menemukan pola hub yg bersifat  interaktif
b.     Menemukan teori
c.      Menggambarkan realitas yang kompleks
d.     Memperoleh pemahaman maknaa
3
C. Tehnik pengumpulan data
a.  Kuesioner
b.  Observasi dan wawancara terstruktur
C.tehnik pengumpulan data
a.     partisipan observasi
b.     in depth interview
c.      dokumentasi
d.     triangulasi
4
D. instrument penelitian
a.  test, angket, wawancara terstruktur
b.  instrument yang telah terstandar
D.instrument penelitian
a.     peneliti sebagai instrument
b.     buku catatan, tape recorder, caamera, handicam, dll
5
E.  data
a.  kuantitatif
b.  hasil pengukuran fariabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan instrument
E.Data
a.  deskriptif kualitatif
b.  dokument pribadi,catatan lapangan,ucapan dan tindakan, rsponden, dokument dll
6
F.  sample
a.  besar
b.  representatif
c.   sedapat mungkin random
d.  ditentukan sejak awal
F.sample atau sumber data
a. kecil
b. tidak representatif
c. purposif, snowball
d. berkembang selama proses penelitian
7
G. Analisis
a. setelah selesai pengumpulan data
b. deduktif
c. menggunakan statiistik untuk menguji hipotesis
G. Analisis
a. terus menerus sejak awal sampai akhir penelitian
b. induktif
c. mencari pola, model, tema, teori

8
H. hubungan dengan responden
a.  dibuat berjarak, bahkan sering tampak kontak supaya objektiv
b.  kedudukan peneliti lebih tinggi daripada responden
c.   jangka pendek sampai hipotesis dapat dibuktikan

H. hubungan dengan responden
a. empati, akrab supaya memperoleh pemahaman yang mendalam
b. kedudukan sama bahkan sebagai guru atau konsultan
c. jangka lama, sampai datanya jenuh, dapat ditemukan hipotesis atau teori
9
I.    usulan desain
e.  luas dan rinci
f.    literatur yang berhubungan dengan masalah, dan variabel yang diteliti
g.  prosedur yang spesifik dan rinci langkah-langkahnya
h.  masalah dirumuskan dnegan spesifik dan jelas
i.    hipotesis dirumuskan dengan jelas
j.    ditulis secara rinci dan jelas sebelum terjun kelapangan
I.    usulan desain
a.  singkat, umum bersifat sementara
b.  literratur yang digunakan bersifat smentara tidak menjadi pegangan utama
c.   prosedur bersifat umum
d.  masalah bersifat sementara dan akan ditemukan setelah studi pendahuluan
e.  tidak dirumuskan hipotesis jarena justru akan menemukan hipotesis
f.    fokus penelitian ditetapkan setelah diperoleh data awal dari lapangan
10
J. peneliatian selesai
Setelah semua kegiatan yang direncanakan dapat direncaknakan
J. penelitian selesai
Setelah tidak ada data hyang dianggap baru atau jenuh
11
K. kepercayaan terhadap hasil penelitian
Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen
K. kepercayaan gterhadap hasil
Menguji kredibilitas, depenabilitas, proses dan hasil penelitian

E.     Kompetensi penelitian kuantitatif dan kualitatif.

1.    Kompetensi Peneliti Kuantitatif
a.    Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang pendidikan yang akan diteliti,
b.    Mampu melakukan analisis masalah secara akurat, sehingga dapat ditemukan masalah penelitian pendidikan yang betul-betul masalah,
c.    Mampu menggunakan teori pendidikan yang tepat sehingga dapat digunakan untuk memperjelas masalah yang diteliti, dan merumuskan hipotesis penelitian,
d.    Memahami berbagai jenis metode penelitian kuantitatif, seperti metode survey, eksperimen, action research, expost facto, evaluasi dan R&D
e.    Memahami teknik-teknik sampling, seperti probability sampling dan nonprobability sampling, dan mampu menghitung dan mampu memilih jumlah sample yang representatif dengan sampling error tertentu,
f.     Mampu menyusun instrumen baik test maupun nontest untuk mengukur berbagai variabel yang diteliti, mampu menguji validitas dan reliabilitas instrumen,
g.    Mampu mengumpulkan data dengan kuesioner, maupun dengan wawancara observasi, dan dokumentasi,
h.    Bila pengumpulan data dilakukan oleh tim, maka harus mampu mengorganisasikan tim peneliti dengan baik,
i.      Mampu menyajikan data, menganalisis data secara kuantitatif untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis penelitian yang telah dirumukan,
j.      Mampu memberikan interprestasi terhadap data hasil penelitian maupun hasil pengujian hipotesis,
k.    Mampu membuat laporan secara sistematis, dan menyampaikan hasil penelitian ke pihak-pihak yang terkait
l.      Mampu membuat abstraksi hasil penelitian, dan membuat artikel untuk dimuat ke dalam jurnal ilmiah,
m.   Mampu mengkomunikasikan hasil penelitian kepada masyarakat luas
n.    (Sugiyono,(2012:40)).


2.    Kompetensi  Peneliti Kualitatif
a.    Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang pendidikan yang akan diteliti,
b.    Mampu menciptaka rapport kepada setiap orang yang ada pada situasi sosial yang diteliti,. Menciptakan rapport berarti mampu membantu hubungan yang akrab dengan setiap orang yang ada pada konteks sosial,
c.    Memiliki kepekaan untuk melihat setiap gejala yang ada pada objek penelitian (situasi sosial),
d.    Mampu menggali sumber data dengan observasi partisipan, dan wawancara mendalam secara trianggulasi, serta sumber-sumber lain,
e.    Mampu menganalisis data kualitatif secara induktif berkesinambungan mulai dari analisis deskriptif, domain, komponensial, dan tema kultural/budaya,
f.     Mampu menguji kredibilitas, dependailitas, konfirmabilitas, dan trasferabilitas hasil penelitian,
g.    Mampu menghasilkantemuan pengetahuan, mengkonstruksi fenomena, hipotesis atau ilmu baru,
h.    Mampu membuat laporan secara sistematis, jelas, lengkap dan rinci,
i.      Mampu membuat abstraksi hasil penelitian, dan membuat artikel untuk dimuat ke dalam jurnal ilmiah,
j.      Mampu mengkomunikasikan hasil penelitian kepada masyarakat luas
           
F.     Ruang lingkup Penelitian pendidikan.

Lingkup Penelitian Pendidikan
·         Lingkup Penelitian pada Tingkat Kebijakan Pendidikan
1.    Perumusan kebijakan tentang pendidikan yang dilakukan oleh MPR
2.    Kebijakan Presiden dan DPR tentang Pendidikan
3.    Kebijakan Mendiknas tentang Pendidikan
4.    Kebijakan Dirjen, Gubernur, bupati, Walikota, Diknas tentang Pendidikan
5.    Implementasi kebijakan Pendidikan
6.    Output dan Outcome Kebijakan Pendidikan

·         Lingkup Penelitian Pada Tingkat Manajerial (manajemen)
1.    Perencanaan pendidikan pada tingkat nasional, Propinsi/Kabupaten/Kota dan lembaga
2.    Organisasi Diknas, Dinas Propinsi/Kabupaten/Kota dan institusi pendidikan
3.    Kepemimpinan Pendidikan
4.    Ekonomi Pendidikan
5.    Bangunan pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan
6.    Hubungan kerjasama antar lembaga pendidikan
7.    Koordinasi pendidikan dari pusat ke daerah
8.    SDM tenaga kependidikan
9.    Evaluasi pendidikan
10. Kearsipan, perpustakaan dan musium pendidikan

·         Lingkup Penelitian pada Tingkat Operasional
1.    Aspirasi masyarakat dalam memilih pendidikan
2.    Pemasaran lembaga pendidikan
3.    Sistem seleksi murid baru
4.    Kurikulum, silabe
5.    Teknologi pembelajaran
6.    Media pendidikan, buku ajar dll
7.    Penampilan mengajar guru
8.    Manajemen kelas
9.    Sistem evaluasi belajar
10. Sistem ujian akhir
11. Kuantitas dan kualitas lulusan
12. Manajemen klas
13. Unit produksi
14. Perkembangan karier lulusan
15. Pembiayaan pendidikan
16. Profil pekerjaan dan tenaga kerja DUDI
17. Kebutuhan masyarakat akan lulusan pendidikan
            (Sugiyono,(2012:42))

DAFTAR PUSTAKA

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kombinasi. Bandung: Alfabeta.
Sukmadinata, Nana S. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Moleong, Lexy J. 2011. Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Ebooks (Nurhayati, Siti. 2012.Metodologi penelitian praktis)

Minggu, 15 Desember 2013

BKK - Teori Trait and Factor

Diposting oleh Unknown di 21.18 0 komentar


A.    Tokoh teori
Pelopor yang paling terkenal dari teori ini adalah Edmund Griffith (E.G.) Williamson yang lahir pada tanggal 14 Agustus 1900 di Rossville, Illionis, dan meninggal pada tanggal 30 Januari 1979. Teori ini juga menekankan pada pemahaman diri melalui test psikologis dan menerapkan pemahaman tersebut untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh konseli, terutama yang berkaitan dengan pilihan program studi atau bidang pekerjaan.

B.     Konsep teori
Konsep Utama
Menurut teori ini kepribadian merupakan sistem atau faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya seperti kecakapan, minat, sikap dan tempramen. Beberapa tokoh yang sering dikenal dalam teori trait and factor adalah Walter Bigham, John Darley, Donald G.Paterson dan E.G.Williamson.

Ada beberapa asumsi pokok yang mendasari teori konseling trait and factor, adalah:
1.      Karena setiap individu sebagai suatu pola kecakapan dan kemampuan yang terorganisasikan secara unik, dank arena kualitas yang relative stabil setelah remaja, maka tes objektif dapat digunakan untuk mengindentifikasi karakteristik tersebut.
2.      Pola-pola kepribadian dan minat berkorelasi dengan perilaku kerja tertentu.
3.      Kurikulum sekolah yang berbeda akan menuntut kapasitas dan minat yang berbeda dalam hal ini dapat ditentukan.
4.      Baik siswa maupun konselor hendaknya mendiagnosa potensi siswa untuk mengawali penempatan dalam kurikulum atau pekerjaan.
5.      Setiap orang memiliki kecakapan dan keinginan untuk mengindentifikasi secara kognitif kemampuan sendiri.
TF memiliki tujuan untuk mengajak siswa (konseling) untuk berfikir mengenai dirinya serta mampu mengembangkan cara-cara yang dilakukan agar dapat keluar dari masalah yang dihadapinya. TF dimaksudkan agar siswa mengalami:
• Self-Clarification / Klarifikasi diri
• Self-Understanding / Pemahaman diri
• Self-Acceptance / Penerimaan diri
• Self-Direction / Pengarahan diri
• Sel-Actualization / Aktualisasi diri

Menurut Williamson dalam Fauzan (2004:79) Konseling Trait And Faktor memandang manusia sebagai berikut, diantaranya:  Manusa dilahirkan dengan membawa potensi baik dan buruk. 
a.    Manusia bersifat bergantung dan hanya berkembang secara optimal di tengah-tengah masyarakatnya. 
b.    Manusia selalu ingin mencapai hidup yang baik (good life).
c.    Manusia banyak berhadapan dengan banyak pilihan-pilihan yang diintrodusir oleh berbagai pihak. 
d.   Hubungan manusia berkaitan erat dengan konsep alam semesta.
e.    Manusia merupakan individu yang unik.
f.     Manusia memiliki ciri-ciri yang bersifat umum.
g.    Manusia bukan penerima pasif atas pembawaan dan lingkungannya.

Pandangan mengenai manusia yang lainnya munurut Sugiharto (2007) :
Manusia merupakan system sifat atau factor yang saling berkaitan antara satu denga lainnya, seperti kecakapan, minat, sikap, dan tempramen. Perkembangan kemajuan individu mulai dari masa bayi sampai dewasa diperkuat oleh interaksi sifat dan factor. Telah banyak dilakukan usaha untuk menyusun kategori individu atas dasar dimensi sifat dan factor. Manusia berusaha untuk menggunakan pemahaman diri dan pengetahuan kecakapan dirinya sebagai dasar bagi pengembangan potensinya. Manusia mempunyai potensi untuk berbuat baik atau buruk  Makna hidup adalah mencari kebenaran dan berbuat baik serta menolak kejahatan. Menjadi manusia seutuhnya tergantung pada hubungan dengan orang lain. Dari berbagai pendapat para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa konseling trait anad factor memandang manusia sebagai makhluk yang berpotensi untuk berbuat baik dan buruk dan dalam perkembangannya manusia dipengaruhi oleh sifat bawaan dan juga pengaruh lingkungan. Sehingga manusia membutuhkan orang lain untuk mengembangkan potensinya secara maksimal terutama dalam pemilihan karirnya.

Yang dimaksud dengan trait adalah suatu ciri yang khas bagi seseorang dalam berpikir, berperasaan, dan berprilaku, seperti intelegensi (berpikir), iba hati (berperasaan), dan agresif (berprilaku). Ciri itu dianggap sebagai suatu dimensi kepribadian, yang masing-masing membentuk suatu kontinum atau skala yang terentang dari sangat tinggi sampai sangat rendah.
Teori Trait-Factor adalah pandangan yang mengatakan bahwa kepsibadian seseorang dapat dilukiskan dengan mengidentifikasikan jumlah ciri, sejauh tampak dari hasil testing psikologis yang mengukur masing-masing dimensi kepribadian itu. Konseling Trait-Factor berpegang pada pandangan yang sama dan menggunakan tes-tes psikologis untuk menanalisis atau mendiagnosis seseorang mengenai ciri-ciri dimensi/aspek kepribadian tertentu, yang diketahui mempunyai relevansi terhadap keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam jabatan dan mengikuti suatu program studi.
Dan juga Istilah konseling trait-factor dapat dideskripsikan adalah corak konseling yang menekankan pemahaman diri melalui testing psikologis dan penerapan pemahaman itu dalam memecahkan baraneka problem yang dihadapi, terutama yang menyangkut pilihan program studi/bidang pekerjaan.
 Bercorak rasional, kognitif, "Directive Counseling" yang dikembangkan oleh
Edmund Griffith Williamson. Semula konseling vocational, kemudian peduli pada perkembangan total individu,

                     Dasar falsafahnya Personalisme, Termasuk pandangan optimis dalam pendidikan, Konseling dipandang sama dengan pendidikan, tujuan pendidikan juga tujuan konseling.
                     Perhatian utama pada sifat-sifat (traits) yang unik pada setiap individu.
                     Utamakan metode ilmiah, rasional, klinis

Trait adalah :
(1)   kategorisasi untuk mendiskripsikan perbedaan individu dalam bertingkah laku
(2)   prinsip pengatur yang dapat disimpulkan melalui pengamatan perilaku.
(3)   struktur mental sebagai unsur dasar dari kepribadian.
(4)   kepribadian terdiri atas sistem sifat atau faktor yang saling bergantung,


C.     Karakteristik

Pandangan umum mengenai Trait and factor, Yaitu :
                Proses yang bersifat rasional dan logis, tetapi tetap dalam pengertian personalistik.
                Bagian komprehensif untuk menolong induvidu tumbuh, memilih, dan menetapkan tujuan: pribadi, sosial
                Tujuan konseling, dianggap sama dengan tujuan pendidikan ataupun pengajaran
                Kedudukan konseling lebih luas daripada psikoterapi.
                Interview konseling merupakan satu jenis hubungan kemanusiaan (hangat,akrab/bersahabat dan empatik), yang dengannya seseorang dapat belajar mengamati dirinya sebagaimana adanya dan menerima dirinya, kekurangannya, kesalahannya, dan potensi serta kecakapannya yang positif".

Yang dimaksud dengan trait adalah suatu ciri yang khas bagi seseorang dalam berpikir, berperasaan, dan berperilaku. Ciri-ciri ini dianggap sebagai suatu dimensi kepribadian yang masing-masing membentuk suatu kontinum atau skala yang terentang dari sangat tinggi sampai sangat rendah (Winkel, 1997:388). Ciri-ciri inilah yang akhirnya disebut sebagai factors. 
Yang dimaksud dengan trait adalah suatu ciri yang khas bagi seseorang dalam berpikir, berperasaan, dan berprilaku, seperti intelegensi (berpikir), iba hati (berperasaan), dan agresif (berprilaku). Ciri itu dianggap sebagai suatu dimensi kepribadian, yang masing-masing membentuk suatu kontinum atau skala yang terentang dari sangat tinggi sampai sangat rendah.

Teori Trait-Factor adalah pandangan yang mengatakan bahwa kepsibadian seseorang dapat dilukiskan dengan mengidentifikasikan jumlah ciri, sejauh tampak dari hasil testing psikologis yang mengukur masing-masing dimensi kepribadian itu. Konseling Trait-Factor berpegang pada pandangan yang sama dan menggunakan tes-tes psikologis untuk menanalisis atau mendiagnosis seseorang mengenai ciri-ciri dimensi/aspek kepribadian tertentu, yang diketahui mempunyai relevansi terhadap keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam jabatan dan mengikuti suatu program studi.

Dan juga Istilah konseling trait-factor dapat dideskripsikan adalah corak konseling yang menekankan pemahaman diri melalui testing psikologis dan penerapan pemahaman itu dalam memecahkan baraneka problem yang dihadapi, terutama yang menyangkut pilihan program studi/bidang pekerjaan.
Proses Konseling Trait and Factor .Ada 6 (enam) tahap yang harus dilalui dalam konseling pendekatan trait and factor , yaitu :
1.    Analisis Mengumpulkan data tentang diri siswa, dapat dilakukan dengan wawancara, catatan anekdot, catatan harian, otobiografi dan tes psikologi.
2.    Sintesis Merangkum, menggolongkan, dan menghubungkan data yang dipeoleh sehingga memperoleh gambaran tentang kelemahan dan kelebihan siswa.
3.    Diagnosis Menarik kesimpulan logis atas dasar gambaran pribadi siswa yang diperoleh dari hasil analisis dan sintesis. Dalam tahap ini terdapat tiga kegiatan yang dilakukan, yaitu :
         Identiffikasi masalah
·         Berdasar pada data yang diperoleh, dapat merumuskan dan menarik kesimpulan permasalahan klien.
         Etiologi (Merumuskan sumber-sumber penyebab masalah internal dan eksternal)
Dilakukan dengan cara mencari hubungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.
         (tahap ke-4 dalam konseling)
4.      Prognosis : Upaya untuk memprediksi kemungkinan yang akan terjadi berdasarkan data yang ada.
5.      Konseling (Treatment)
            Pengembangan alternatif masalah
Proses pemecahan masalah dengan menggunakan beberapa strategi
            Pengujian alternatif pemecahan masalah
Dilakukan untuk menentukan alternatif mana yang akan diimplementasikan, sehingga perlu diuji kelebihan dan kelemahan, keuntungan dan kerugian, serta faktor pendukung dan penghambat.
            Pengambilan keputusan
Keputusan diambil berdasarkan syarat, kegunaaan, dan fleksibilitas yang dipilih klien
6.      Follow Up
            Hal-hal yang perlu direncanakan dari alternatif pemecahan masalah yang dipilih.
            Tindak lanjut dari alternatif yang telah dilaksanakan di lapangan.

D.    Aplikasi pada BK karier

1.      SECARA UMUM
-            Membantu individu mencapai perkembangan kesempurnaan berbagai aspek kehidupan manusia
-            individu dalam memperoleh kemajuan memahami dan mengelola diri dengan cara membantunya menilai kekuatan dan kelemahan diri dalam kegiatan dengan perubahan kemajuan tujuan-tujuan hidup dan karir.
-            Membantu individu untuk memperbaiki kekurangan, ketidakmampuan, dan keterbatasan diri serta membantu pertumbuhan dan integrasi kepribadian.
-            Mengubah sifat-sifat sybjektif dan kesalahan dalam penilaian diri dengan menggunakan metode ilmiah.
Konseling mengandung maksud untuk mengajak klien berpikir mengenai dirinya dan menemukan masalah dirinya serta mengembangkan cara-cara untuk keluar darimasalah tersebut.
Untuk itu secara umum konseling trait & factor dimaksudkan untuk membantu klien yang mengalami:
a)      Self- clarification
b)      Self-understanding
c)      Self-acceptance
d)     Self-direction
e)      Self-actualization

2.      BAGI BIMBINGAN DAN KONSELING
Bagi bimbingan dan konseling, dalam hal ini konselor sebaiknya mengarahkan konseling pada pemahaman konseli mengenai dirinya atau self-concept, untuk memudahkan pengintegrasian dengan pekerjaan atau karir tertentu. Pada saat konseling berlangsung, konselor diharapkan mampu menggambarkan pilihan karir yang diharapkan oleh konseli. Pada saat konseli mengungkapkan perasaan mengenai suatu pekerjaan, konselor harus dapat mengungkapkan alasan di balik munculnya perasaan tersebut.

Pilihan karir sifatnya kontemporer yang dapat berubah bila konseli menemukan pengalaman baru mengenai pekerjaan yang dirasakan sesuai dengan bakat, prestasi, minat, nilai, dan kepribadiannya. Oleh karena itu konselin sebaiknya dilakukan berulang-ulang pada waktu yang bervariasi dengan mengulang pengungkapan bakat, kemampuan, prestasi, dan minat konseli sehingga kematangan karir tercapai..
 
Ø  Kelebihan dan Kelemahan konseling trait and factor
Adapun kontribusi yang diberikan teori ini adalah:
3.      Teori ciri dan sifat menerapkan pendekatan ilmiah pada konseling
4.      Penekanan pada penggunaan data tes objektif, membawa kepada upaya perbaikan dalam pengembangan tes dan penggunanya, serta perbaikan dalam pengumpulan data lingkungan.
5.      Penekanan yang diberikan pada diagnose mengandung makna sebagai suatu perhatian terhadap masalah dan sumbernya mengarahkan kepada upaya pengkreasian teknik-teknik untuk mengatasinya.
6.      Penekanan pada aspek kognitif merupakan upaya menyeimbangkan pandangan lain yang lebih menekankan afektif atau emosional.

Ø  Adapun kelemahan konseling trait and factor, sebagai berikut:
1.         Kurang diindahkan adanya pengaruh dari perasaan, keinginan, dambaan aneka nilai budaya (cultural values), nilai-nalai kehudupan (personal values), dan cita-cita hidup, terhadap perkembangan jabatan anak dan remaja (vocational development) serta pilihan program/bidang studi dan bidang pekerjaan (vocational choice).
2.         diperhatikan peran keluarga dekat, yang ikut mempengaruhi rangkaian pilihan anak dengan cara mengungkapkan harapan, dambaan dan memberikan pertimbangan untung-rugi sambil menunjuk pada tradisi keluarga; tuntutan mengingat ekonomi keluarga; serta keterbatasan yang konkrit dalam kemampuan finansial, dan sebagainya.
3.         Kurang diperhitungkannya perubahan-perubahan dalam kehidupan masyarakat, yang ikut memperluas atau membatasi jumlah pilihan yang tersedia bagi seseorang.
4.         Kurang disadari bahwa konstelasi kualifikasi yang dituntut untuk mencapai sukses di suatu bidang pekerjaan atau program studi dapat berubah selama tahun-tahun yang akan datang.
5.         Pola ciri-ciri kepribadian tertentu pasti sangat membatasi jumlah kesempatan yang terbuka bagi seseorang, karena orang dari berbagai pola ciri kepribadian dapat mencapai sukses di bidang pekerjaan yang sama.

PSIKOM - Materi semester 3 UNNES BK ALL

Diposting oleh Unknown di 21.10 0 komentar

DEFINISI PSIKOLOGI KOMUNITAS
 

Berasal dari dua kata :
Komunitas: orang-orang yang berada pada suatu wilayah geografis tertentu, dan berkonotasi kelompok, bertetangga, dan memiliki struktur yang luas 
Psikologi: adalah ilmu yang memiliki perhatian pada unsur individual, seperti: kognisi, motivasi, perilaku, perkembangan, dan proses-proses yang saling berhubungan diantara konsep-konsep tersebut
Apakah antara konsep “psikologi” dan “komunitas” merupakan istilah yang saling berlawanan?
 

PERGANTIAN PERSPEKTIF DALAM PSIKOLOGI KOMUNITAS
Yang dimaksud PERGANTIAN/SHIFT adalah fokus dari psikologi komunitas bukannya pada individu itu sendiri melainkan hubungan antara individu dengan struktur sosialnya
Dalam buku ini dicontohkan dalam empat pergantian perspektif, yaitu tentang homelessnes (tuna wisma), situasi kehidupan yang digambarkan sebagai system-dependent dan nilai kemandirian (self-reliance) dan bagaimana para profesional dunia memiliki perhatian yang lebih pada gejala individual, dan bukannya hubungan antara kehidupan individu dengan komunitasnya 

 
berikut merupakan link dari , materi psikologi komunitas :

Link Download

selamat menunduh :!!!

KDK - Peta Konsep keterampilan dasar Konseling

Diposting oleh Unknown di 20.58 0 komentar
agar proses konseling dapat berjalan dengan baik, sehingga dapat mencapai tujuan dari konseling itu secara maksimal, maka seorang konselor harus menguasai beberapa keterampilan yang menjadi dasar proses konseling itu. ada beberapa macam keterampilan dasar konseling, diantaranya adalah attending, konfrontasi dan bertanya.


download peta konsep - disini

blogging

blogging
 

Konselor Note Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Provided By Free Blogger Templates | Freethemes4all.com

Free Website templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos Onlinefreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesFree Soccer VideosFree Wordpress ThemesFree Web Templates