Minggu, 15 Desember 2013

MPP - METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF

Diposting oleh Unknown di 20.50 0 komentar

metode penelitian kualitatif dapat diunduh melalui link dibawah ini  :

paper : disini


PPT - disini 


selamat mendownload :)

MPP - PTK & PTBK

Diposting oleh Unknown di 20.42 0 komentar




Laporan merupakan istilah yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, di tempat kerja atau di lingkungan masyarakat. Sebagai contoh yang biasanya ada di lingkungan kita adalah "Bertamu 1 x 24 jam Harap Lapor kepada RT/RW setempat".... hehehee.. Contoh lainnya dalam Lingkungan sekolah, Sebagai Pendidik atau Tenaga Kependidikan sering kita membuat Laporan kemajuan siswa. Di dalam kamus besar Bahasa Indonesia, halaman 566 tertulis Laporan berasal dari kata Lapor yang artinya segala sesuatu yang dilaporkan, sedangkan Laporan Penelitian diartikan sebagai Laporan berdasarkan penelitian terhadap suatu gejala.

Berdasarkan pengertian di atas maka Laporan Penelitian Tindakan Kelas (Laporan PTK) dapat diartikan sebagai Laporan yang disusun berdasarkan penelitian yang dilakukan secara sistematis terhadap suatu gejala, dalam hal ini perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan kita sebagai pendidik di kelas kita sendiri.

Sistematika Laporan Penelitian Tindakan Kelas secara singkat dapat dijabarkan sebagai berikut :
1.     Halaman Judul
2.     Lembar Pengesahan
3.     Abstrak
4.     Daftar Isi
5.     BAB I Pendahulaun yang terdiri dari Latar Belakang Masalah, Identifikasi Masalah, Analisis Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian. Kadang ditambah dengan Hal-hal yang unik ketika penelitian berlangsung.
6.     BAB II Kajian Pustaka atau Kajian Teoritis
7.     BAB III Pelaksanaan Penelitian yang terdiri dari Subyek Penelitian (Lokasi, waktu, mata pelajaran, Karakteristik siswa), Deskripsi per Siklus (Rencana penelitian, Pelaksanaan penelitian, pengamatan atau pengumpulan data, instrumen penelitian dan refleksi.
8.     BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
9.     BAB V Kesimpulan dan Saran
10.   Daftar Pustaka
11.   Lampiran-lampiran

down RAR disini 

Photo komunitas - Community of bum

Diposting oleh Unknown di 20.14 0 komentar



Nama              : Rieny Kharisma Putri
NIM                 : 1301412096
Rombel            : 01
Makul              : Psikologi Komunitas
UNNES

Judul                     : Community of bum
Tempat                 : Pasar kartini ( Kampung Kali)
Hari /Pukul           : Sabtu, 19 Oktober 2013 / 17.00 WIB

Kampung kali merupakan daerah yang cukup ramai pemukiman. Namun saat saya mendatangi daerah tersebut, bukan saja rumah-rumah warga serta toko-toko yang saya jumpai. Namun juga saya melihat banyak pemukiman pemulung yang tinggal didaerah tersebut. Salah satunya adalah keluarga pemulung yang saya jadikan bahan untuk tugas psikologi komunitas ini. Didaerah ini banyak pemulung ditemukan, dimana ada yang secara Individu maupun berkelompok. Mereka menempati daerah pinggir jalan disepanjang aliran kali yang ada di daerah tersebut. Mereka membangun gubuk-gubuk kecil sebagai tempat beristirahat maupun sebagai tempat tingga tetap. Yang hanya terdiri dari bahan kayu maupuj kardus-kardus bekas.

Sebelum saya memulai pencarian, saya beserta teman-teman saya , terlebih dahulu membeli makanan untuk dapoat dibagikan untuk mereka sebagai bentuk rasa peduli terhadap sesama. Setelah kami membeli makanan tersebut kami mulai mencari . saat mencari ada dari mereka yang menolah dijadikan objek , bahkan ada yang sampai marah-marah, hal ini cukup sulit bagi kami.  Akhirnya kami menemukan beberapa kelompok pemulung yang bisa diajak untuk berkerja sama meminta kesediaan difoto. Saya menemukan sepasang suami istri yang tinggal didaerah tersebut yang bekerja sebagai pemulung. Mereka memiliki rumah yang terbuat dari kayu dan kardus dengan luas kurang lebih 2mx1m. Setelah adanya tersediaan mereka sebagai ucapan terima kasih kami memberikan makanan yang telah kami siapkan sebelumnya untuk mereka. Mereka tanpak sangat senang dan berterima kasih dengan apa yang kami berikan. Setelah itu kamipun meninggalkan daerah itu.

Pemulung bekerja mengais sampah. Melalui proses ini mereka mampu memilah untuk kemudian memilih barang-barang yang berharga di antara gundukan sampah. Mereka mampu melihat dan membedakan antara sesuatu yang berharga/bermanfaat dengan yang tidak. Sampah di sekitar kita, berupa sampah plastik, kardus bekas makanan, botol air mineral, kertas koran yang tidak lagi berguna, bekas - bekas besi yang tidak mudah di cerna oleh udara dan tanah dan aneka sampah lainnya yang mungkin bagi pemulung sangat berguna sekali guna menyambung hidupnya dan keluarga mereka. Banyak yang berspekulasi bahwa pemulung merupakan pahlawan lingkungan. Pekerjaan mereka tentunya ikut membersihkan Lingkungan Dari Sekitar Tempat Tinggal Maupun Tempat Beraktivitas Kita. Memulung barang-barang bekas adalah satu-satunya pekerjaan yang bisa mereka lakukan untuk mendapatkan sesuap nasi, supaya mereka dapat bertahan hidup. Mereka hanya berpikir untuk makan hari ini, hari esok, dan hari-hari berikutnya.

Pemulung tak layak dikatakan sebagai pekerjaan atau profesi, tetapi nyatanya di Indonesia, khusunya diperkotaan, banyak penduduk yang bekerja sebagai pemulung. Namun mereka menjawab lebih baik memulung dari pada meminta-minta, setidaknya saypun bekerja. Mungkin awalnya mereka letih yang tak kunjung berhenti menjadi seorang pemulung dan sempat putus asa susahnya hidup di Jakarta. Tetapi perasaan itu sirna, karena memikirkan anak-anak mereka yang membutuhkan makan untuk bertahan hidupKita patut mengambil pelajaran berharga dari pemulung, semangat, kasih sayang, dan kesabaran yang mereka miliki.
 


Photo Komunitas - The Story Life of Beggar

Diposting oleh Unknown di 20.09 0 komentar



Nama              : Rieny Kharisma Putri
NIM                 : 1301412096
Rombel            : 01
Makul              : Psikologi Komunitas

Judul                     : The Story Life of Beggar
Tempat                 : Patemon , Gunung pati ( Depan Indomart)
Hari /Pukul           : Jum’at , 20-10-2013 / 16.00 WIB

Kemiskinan, Kotor,Dekil, Kumuh, serta kelaparan yang sering mereka temukan.
Itulah yang tampak dari sepasang pengemis , yang terdiri dari seorang Ibu dan seorang Anak.  Yang saya temukan saat saya dengan teman saya sedang berbelanja kebutuhan bulanan didaerah Patemon, Gunung Pati tepatnya di depat Indomart. Mereka Selalu runtin untuk melakukan aktivitas mengamen mereka , walaupun terkadang berbeda-beda tempat. Terkadang merekapun mengamen didaerah yang cukup jauh, seperti di daerah Pahlawan dan lainnya. Saat ditanyai, si anak yang bernama nabila mengaku bersekolah di Taman-kanak-kanan , Nol besar. Namun ia berhenti bersekolah untuk mengikuti ibunya mengemis, dimana menurut mereka lebih baik mengemis dan mendapatkan uangm dari pada bersekolah menghabiskan uang, dan tidak bisa mencukupi biaya makan maupun keperluan sehari-hari. Rutinitas itu, mereka lakukan mulai pukul 06.00 pagi hingga larut malam. Terkadang merekapun tidak segan-segang untuk tidur dimanapun mereka berada, baik di jalan, trotoar, eperan pertokoan dan lainnya.

Pengemis adalah orang-orang yang kerjanya suka minta-minta kepada orang lain guna memenuhi kebutuhannya. Mereka memiliki kehidupan yang sulit. Dimana faktor pendidikan serta ekonomi memiliki peran terhadap mereka, namun bukan saja kedua hal tersebut yang menyebabkan kemiskinan dan kebodohan terjadi, namun juga rasa malas. Mereka sudah terbiasa untuk mengemis dijalanan, sehingga hal itu membiasakan mereka untuk mengemis saja, dibandingkan untuk mencari nafkah dengan cara yang lebih baik. Hal ini sebabkankarena masih ada segelintir masyarakat yang masih "memanjakan" mereka dengan memberikan uang. Hal inilah yang mengakibatkan mereka malas.

Pendapatan seorang pengemis kurang lebih Rp.100.000,- per hari. Dimana nilai tersebut merupakan nilai yang cukup kecil, karena masih banyak pengemis yang lebih banyak pendapatannya sehari.

Pola pikir malas serta kurangnya pendidikan serta ekonomi yang rendahlah yang mengakibatkan banyaknya pengemis di indonesia. Namun banyak faktor khusus yang mengakibatkan mereka mengemis seperti Tidak memiliki keahlian khusus untuk bekerja, Keadaan ekonomi yang semakin sulit, Kebutuhan hidup yang semakin banyak, Sudah tidak mempunyai keluarga yang mendampinginya, Rasa malas untuk bekerja, Benar-benar dijadikan profesi yang tentunya lebih menjanjikan dll

Meskipun menjadi mengemis adalah halal, tidak semua orang boleh menjadi pengemis. Orang yang boleh menjadi pengemis adalah orang yang sangat miskin sehingga ia terpaksa mengemis untuk bertahan hidup. Untuk menarik simpati banyak orang, pengemis mempunyai cara-cara tersendiri. Ada yang membawa atau menggendong anak kecil entah itu anaknya atau bukan bahkan banyak yang menyewa anak-anak untuk meminta belas kasihan orang-orang, ada yang  anggota tubuhnya luka-luka yang sesungguhnya maupun luka-luka yang ternyata hanya buatan semata, ada pula yg anggota tubuhnya cacat, ada juga yg ‘mengancam’ dg menyatakan lebih baik mengemis daripada menjambret, dan masih banyak perilaku-perilaku lainnya. Inilah permasalah sosial yang banyak terjadi di Indonesia.
 





blogging

blogging
 

Konselor Note Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Provided By Free Blogger Templates | Freethemes4all.com

Free Website templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos Onlinefreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesFree Soccer VideosFree Wordpress ThemesFree Web Templates